robiatul adawiyah

Terdaftar sejak 3 November 2015

Yang MUDA Yang BERKARYA (Kisah pengalaman berharga bersama Fajar Muda)

 Jumat, 2 September 2016 22:44  dibaca 164

 

            Pengalaman mengituti lomba baca puisi dan cipta puisi membuat saya tertarik dengan dunia sastra. Mulai dari situ lah saya  tertarik dengan dunia jurnalistik juga dan menjadikan  hobi selain  hobiku menari tarian cirebon semenjak kecil. Menjadi wartawan sudah ada keinginan sejak mengikuti seminar jurnalistik semasa SMP bersama teman pengurus OSIS di salah satu HU Kota Cirebo .  Ketika saya memasuki Sekolah Menengah di SMAN 7 Cirebon saya  melihat display ekstrakulikuler Jurnalistik Didaktika7 dalam kegiatan  MOS (Masa Orientasi Siswa). Saya ingin bergabung dan belajar lebih dalam dunia jurnalistik. Maka  dari situ mulai menyukai  kegiatan didalam dunia jurnalistik ,memfoto,mewawancari,menulis yang dibayangkan mudah melakukannya,ternyata tak semudah bayangan butuh belajar dan keberanian untuk dapat melakukannya dengan baik.

Saya masih belum puas hanya bergabung saja di jurnalistik sekolah yang masih sedikit lingkunya .Saya bermimpi  sangat tertarik menjadi wartawan muda. Karena melihat sepupu menjadi wartawan muda di salah satu Harian Umum di Kota Cirebon.  Saya ingin sekali merasakan hidup di lingkup media massa yang cukup luas di luar dalam hati. Mimpi itu masih tersimpan rapi dalam goresan-goresan pena di buku harianku.

             Tak butuh waktu lama, Allah SWT dan alam semesta rupanya mengetahui dan memberikan jalan untuk mengapai impianku di SMA. Harian Umum (HU) Fajar Cirebon mengadakan seminar “Fajar Cirebon Goes To School” disekolahku. Pulang sekolah, saya langsung buru-buru buka laptop untuk mengetahui lebih jauh fajar muda di situ saya langsung sign up  ke website fajarmuda.com yang di beritahukan oleh ibu direkturnya, tapi sayang sekali kouta internetku kehabisan. Keesokan harinya,kebetulan sekali ada pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) praktek ke laboratorium komputer. Wah betulan banget, setelah pelajaran selesai aku pun menggunakan jaringan Wifi internet sekolah untuk sign up  ke fajarmuda.com yang kemarin tertunda. Pengen tulis artikel awalnya namun saya belum terfikirkan gagasannya akibat dikejar-kejar waktu dan harus segera meninggalkan laboratorim sesudah pelajaran selesai, kalau tidak cepat nanti saya di kunci dari luar ”wiyah cepat sana kembali ke kelas atau mau bapak kunci dari luar” kata guru TIK. Aku terlalu asyik dengan website fajar muda sampai lupa waktu bahkan tak sadar teman-temanku di belakang  pada hilang sudah kembali ke kelas  haha... Maka dari itu Saya memutuskan menulis berita pramuka yang pernah saya tulis sebelumnya saya ambil tulisan tersebut  dari facebookku dan langsung saja saya copy paste lalu posting selesai deh. Aku fikir Yang penting saya mengetahui cara menggunakan dan pernah memposting tulisan websitenya. Saya Suka sekali dengan desaign websitenya animasi lucu dan warnanya anak muda kekinian banget .

            Beberapa hari setelahnya, saya sedang berkumpul jurnalistik di kelas sembari mengobrol asyik bersama  teman-teman  menunggu kakak datang untuk memberi arahan untuk kami, suasana tiba-tiba hening ketika kakak kelas memasuki ruang kelas yang kami tempati berkumpul , di keheningan itu, pembina Jurnalistik SMAN 7 Cirebon  Bu Hermin memanggilku “ada apa ini kok saya di panggil’ tanyaku pada diri sendiri. Wah ternyata beliau menyuruhku untuk jadi perwakilan sekolah untuk hadir ke kantor HU Fajar Cirebon . Bu hermin  tidak sempat menjelaskan saya ke sana ngapain dan harus bagaimana, “pokoknya cepat pergi ke kantornya kalian sudah telat” . Padahal waktu itu uang sakuku sudah menipis, jika aku ke kantor fajar cirebon, nanti aku akan tidak punya ongkos untuk pulang ke daerah gunung jati apalagi harus menaiki angkot dua kali. Rupanya Bu hermin mengerti mimik mukaku dan aku juga mencoba berbicara dengan keadaan uang saku yang sudah tipis itu, beliau memberikan ongkos untuk ke kantor bahkan memberinya lebih saya bisa pakai uangnya untuk menaiki angkot pulang ke rumah.

Saya tidak terlalu asing dengan di kantor fajar cirebon karena saya sebelumnya sudah mendapatkan cerita dari sepupu yang pernah PKL di situ, tetap saja kaget la kok banyak anak SMA lain juga yang kesini. Saya di sambut hangat oleh satpam kemudian di antar ke salah satu ruangan kumpulnya anak-anak fajar muda, saya pun duduk bersama teman-teman SMA lain yang saling belum kenal, di situ ada kurang lebih delapan belas anak-anak SMA dari MAN 2 Cirebon serta SMAN 1 Plumbon, dan kami perwakilan SMAN 7 Cirebon dan dua pegawai tidak lain pak rosyid dan pak syamsul yang sibuk memfoto kegiatan kita, selagi menunggu Bu direktur datang kami saling berkelan yang di pandu Pak Abdul Rosyidi, di perkenalan itu pak rosyid juga menanyakan kemampuan anak-anak yang SMA yang di kumpulkan yang bisa membuat artikel, puisi, komik, dan lain-lain semuanya di data di sebuah papan tulis kecil. Tak lama kemudia Bu direktur Dea angkasa bergabung di tengah-tengah kita banyak arahan yang di sampaikanya. Yang terutama itu dia menjelaskan bahwa kalian yang dikumpulkan akan mengelola rubrik fajar muda. Saya hanya bisa diem terpaku seperti tak percaya, aku tak lama baru memposting satu tulisan di website kok bisa di percaya mengelola rubrik. Perasaan  bangga menyelimutiku

Jujur, meski senang dengan ini impianku selangkah lagi terwujud saya masih bingung harus menulis apa dan bagaimana tata bahasanya, aku ini jarang membaca koran kadang membaca juga hanya seminggu sekali di rumah pemilik sanggar tari itu juga bukan koran fajar cirebon. Sesampainya pulang di rumah hari pun sudah mulai gelap,ya karena perjalanan dari kantor kerumah ku hampir memakan waktu satu jam lebih. Aku langsung cerita kepada mama dan kakak pulang terlambat syukur lah mama mengerti . Dengan tubuh yang lelah dari seharian full aktifitas tak menghalangi saya untuk bergegas ke rumah sepupuku yang pernah jadi wartawan muda itu, untuk sedikit membaca karyanya dan belajar bersamanya walaupun nanti pak redaktur memberi pelatihan untuk fajar muda. Prinseip saya, sebelu lebih jauh diberitahu oleh redaktur, setidaknya saya sudah punya gambaran dan rencana ke depannya harus seperti apa.

            Dari dulu tidak terlalu mahir menulis perlahan-lahan saya membuat bisa sebuah tulisan dan dimuat di sebuah koran di rubrik saya kelola. Ini tentunya kebanggaan yang tidak pernah terlupakan. Saya dua kali dalam seminggu hadir di kantor fajar cirebon untuk membahas tema untuk terbitan yang akan datang serta evaluasi untuk setiap terbitannya, dari situlah saya harus bisa meluangkan waktu di sela-sela kegiatan saya belajar, les, latihan nari dan esktrakulikuler sebisa mungkin saya harus lebih mengutamakan  fajar muda di samping tugas pokok utama saya belajar. Pernah kumpul membahas tema di KFC sampai menunggu teman-teman datang lengkap hingga satu jam lebih. Pernah juga Pulang sore dari kantor   sampai kehujanan di tengah jalan hingga basah kuyup sama lutfi darojati menurutku itu semua pengalaman juga  pengorbanan kecil untuk menjadi wartawan muda yang profesional dong...

Berangsung-rangsur pola pikirku berubah, sekarang saya lebih mengerti teamwork, tanggung jawab dan apa arti pentingnya  waktu dalam sebuah perusahaan surat kabar. Selama ikut fajar muda , saya di latih meluangkan waktu di sela-sela kesibukan sekolah, kegiatan ektrakulikuler juga jadwal latihan menari topeng saya, PR yang menumpuk dan seramya ulangan fisika dan kimia. Sekarang saya menjadi terbiasa membagi waktu sedemikian rupa agar tetap bisa berprestasi di kelas dan menulis fajar muda.

             Ada beberapa tahapan didalam mengisi rubrik fajar muda yaitu menentukan tema, menulis headline, memfoto, menulis serba-serbi dan menulis topik-topik yang sedang hangat terjadi atau biasa disebut trending topick. Menentukan tema di tiap minggunya adalah hal terberat dalam mengelola halaman dari bagian.Mewawancarai orang ,menjelaskan kepada mereka untuk apa kami wawancara. Menuliskannya dengan baik rapih kepada redaktur.Tim kami sempat kehilangan kontak fatiyah karena handphone dia hilang saya bingung berkomunikasinya saat itu, untung  fatiyah menggunakan handphone kakaknya sehingga tim kami tetap berkomunikasi agar semua anggota  terlibat menulis dalam satu terbitan. Terkadang juga saya kebingungan dengan BBM teman-teman yang tak aktif, pas banget pulsaku habis sedangkan tulisannya  belum di kirim ke redaktur padahal deadline semakin mepet. Alhasil redaktur menegurku ,nah sebisa mungkin saya bertanggung jawab dengan teman-temanku yang tidak bisa mengumpulkan tugas dengan beragam kesibukan akhirnya aku pun mengalah menulis  dua rangkap bagian yaitu headline dan  komentar. Saya sedikit  merasa keberatan namun sebisa mungkin saya tak marah kepada teman dengan hal  itu, namun saya juga biasanya sering mengigatkan terus teman-teman yang lain.  Menulis Headline menjadi bagian yang susah menurut kelompok kami di setiap terbitan karena harus berkesinambungan dengan tema, dengan begitu saya membagi untuk bergiliran menulis headline, bukan hanya saja yang terus bagian, namun semua anggota harus merasakan menulis headline, dari semua bagian di halaman fajar muda  sayangnya saya belum pernah mencicipi menulis trending topik . Tapi sesulit apapun dan halangan apapun tim kami tetap bertanggung jawab  dan pantang menyerah. Kami harus berusaha tetap semangat untuk menghasilkan karya terbaik.

Kami makin semangat untuk bisa menampilkan tulisan lebih bagus lagi setelah upgrading kedua oleh bu dea dan Pak Hasan Ma’arif. Mereka membuat semangat tim kami menyala-nyala. Mereka selalu memotivasi memperbaiki tulisan kami serta mengoreksi hasil karya kami. Pak hasan ma’arif juga memberi kritikan kepada tim tapi karena tim kami kurang bersosialisai dengan pegawai lain di kantor. Uprading fajar muda di lakukan dua kali selama enam bulan kami menjadi wartawan muda, sayangnya saya tidak mengikuti upragding pertama karena saya sedang kesibukan kerja kelompok di sekolah tak bisa saya tinggalkan begitu saja. Kecewa tidak hadir mendengarkan arahan dari bu dea kala itu.

             Saya merasa menjadi menjadi pribadi yang lebih baik yang berbeda sejak bergabung di bersama fajar muda. Entah kenapa saya jadi lebih bertanggung jawab, sedikit pintar bagi waktu dan lebih suka baca buku serta surat kabar. Saya di sekolah di kenal sebagai wartawan. Hahah wartawan amatiran kali ya? Alhamdulillah, sedikit demi sedikit saya belajar menulis berita kegiatan sekolah dan bisa diterbitkan di fajar cirebon. Rasanya itu seneng banget ketika saya cek beritaku muncul di fajarnews.com langsung saya membeli koran di langganan saya, penyumplai koran fajar cirebon di jalan tentara pelajar samping hotel grand trias sampai penjual nya hafal dengan saya, hehehe

Ternyata usaha saya berbuah manis  setelah saya meliput dengan menyita waktu istirahat saya, menyiapkan pertanyaan untuk wawancara sampai malu-malu kucing mewawancari  orang,  terbayarkan semua dengan terbitkan berita. Liputan dan menjadi wartawan muda itu seru sekali.

Tapi terkadang saya masih kesulitan untuk menulis berita saat pikiran sedang tak karuan karena banyak PR, harus mempersiapkan presentasi. Pernah waku suatu waktu, di tengah mengerjakan PR Fisika saya membuat berita yang harusnya dengan fokus dan teliti saya, saya membuatnya terburu-buru alhasil beritanya asal-asalan. Kontan saja saya di tegur redaktur. Pak rosyid tak pernah menegur saya secara berlebihan namun santai tapi teguran itu malah membuat saya bangkit dan bertekad untuk untuk memperbaiki diri dan lebih teliti dalam hal apapun.

            Dulu mama, kakak dan anggot keluargaku, yang lain selalu tak percaya bahwa saya bisa menulis dan mengarang. Setelah tahu karya saya di terbitkan di fajar cirebon, mereka tidak menyangkanya. Mama juga sempat khawatir dengan banyak kegiatanku apalagi di tambah menjadi wartawan fajar muda, mama juga menyarankan untuk saya memilih kegiatan yang lebih bermanfaat, dan saya  memilih tidak terlalu aktif dalam organisasi pramuka sekolah. Lebih fokus ke fajar muda. Ternyata kekawatiran mama itu berbanding balik malah saya menjadi lebih pintah hahah, alhamdlillah aku prestasi belajarku di kelas malah tambah bagus sampai aku naik satu urutan peringkat. Saya bisa membuat mama tersenyum dengan prestasi saya di sekolah maupun luar sekolah. Setahun lagi saya akan melangkah ke perguruan tinggi itu adalah impian saya bisa melanjutkannya setelah kakak saya tidak bisa kuliah, suatu hari mama pernah ngobrol ke saya bahwa tak tahu tentang bagaimana biaya kuliah nanti karena ayah yang telah tiada sejak saya umur sembilan tahun, namun bertekad dan berusaha melanjutkan kuliah, setidaknya saya sudah mempunyai pengalaman dari fajar muda dan prestasi di kelas yang menyakinkan kepada mama untuk menjadikan modal kuliah nanti.

            Tak kerasa saya sudah menjadi bagian dari fajar muda selama enam bulan, dan program fajar muda akan mengganti anggota baru setiap enam bulan sekali, pada upragding kedua bu dea pernah menyinggung tentang rewardsnya kepada kami melakukan perjalanan inspirasi sekaligus perpisahan pengelola fajar muda angkata pertama. Perjalan itu merupakan bentuk apresiasi atas perjuang dan kosisten kami mengelola rubrik fajar muda selama enam bulan tanpa sekalipun tak terbit.

 Kami melakukan graduation trip nama yang pas untuk perjalan ke kota kembang bandung, kota impian berkuliakuh nanti. Tanggal 17 juli 2016 tepat nya hari terakhir setelah libur panjang  sekolah dan lebaran.

Hari tersebut bertepatan sekali dengan paman saya hajatan dan saya di suruh menjadi pager ayunya, tapi pasti saya lebih memilih mengikuti graduation trip ini, pasti perjalanan yang sangat menyerukan dan saya bisa belajar dari  perjalanan tersebut itung-itung juga liburan juga yang sebelumnya keluarga saya tak mengadakannya hehe.

Kami di haruskan berkumpul di kantor fajar cirebon sekitar jam 5 pagi, sempat bingung dengan siapa nanti yang mengantar saya ke sana kakak yang sedang  di rumah paman ?

“Mba anterin ke kantor Fajar Cirebon sebelum jam 5 pagi’’tanyaku pada Mba Rochmah

“Duh mbanya takut wiyah masih pagi-pagi sekali takut ada orang jahat lagi musim begal loh” jawab Mba Rochmah

“Yaudah jam 05.00 aja deh gak papa”

“Yaudah oke insyaallah lah”

untunglah kakak mengalah dan bisa mengantarku ke kantor. Kami di beri baju kembaran berwarna merah marun, alhamdulillah baju nya pas hahaha biasanya saya jika dapet baju seragam itu pasti kebesaran heheh.

Kami menaiki mobil travel sekitar sembilan orang di mobil yaitu anggota fajar muda (fatiyah,lutfi,riekie,hanifah,ivon,indah dan saya) pak rosyid juga pak supir sayangnya memei dari kelompok kami tidak bisa mengikuti graduation trip ini katanya mah karena dia ada even menari k-pop gitu di CSB MALL dan dia sudah berlatih beberapa bulan untuk menyiapkannya itu, sayang sekali bukan ? kami selama enam bulan belum pernah berkumpul komplit sekalipun sepertinya susah sekali padahal anggotanya hanya delapan orang. Tapi semua itu tak membuat perjalanan kita menyerukan. Sebelum datang ke bandung kami melewati kebun teh yang hijau indah sekali berada di daerah bandung,rasanya ingin turun sejenak memetik dan berfoto di situ, hehehe

 Kurang lebih jam sembilan pagi kami datang ke bandung di daerah gasibu bandung. Kami langsung bergegas berjalan-jalan sendiri mencari spot foto bersama teman-teman selagi Pak Rosyid menunggu kedatangan Bu Dea Dan Pak Syamsul. Kami mengunjungi beberapa tempat pertama kami singgah di masjid bandung ntah lah namanya apa saya lupa berjalan-jalan kami melihat museum geologi kami masuk kedalam kawasan tersebut untuk mengambil foto saya tanpa melihat isi museum nya kemudian kami ke depan gedung ciri khas jawa barat, gedung sate kami mengabadikan momen dengan mengantri dengan orang lain hehe.

 

 

setelah kiranya puas dengan berfoto berselfie ria perut kami terasa lapar. Kami langsung berburu sarapan di taman lansia saya sendiri memilih chuangki seharga sepuluh ribu namun rasanya lebih enak di cirebon padahal itu makanan asli bandung dan minumnya dengan goyobot minum pertama yang pernah ku minum isi mirip es cendol namun seperti jelly bersantan.

“ini chuangki rasanya lebih sedap diCirebon mana porsi sedikit mahalnya aja,haha...” candaku pada teman-teman lain

“Iya bener wi rasanya kurang mantapppp” saut ivon

            Sudah perut terisi pak rosyid menelpon kami untuk bergegas ke tujuan kami perusahaan E-fishery, sebuah perusahaan penyedi alat pemberi makan ikan secara otomatis di daerah cikutra. Yang sebelum bu dea pernah menceritakan sedikit pada upgrading kedua kepada kami. Founder sekaligus CEO E-fishery bernama mas Gibran Chuzefah Amsi menerima kami dengan baik dan ramah walaupun dia seharusnya tidak menerima tamu lain di weekend. Kami di sana membentuk seperti lingkaran seperti ruang rapat di kantornya, mas gibran  memberikan pelajaaran berharga yang bersumber pada kisah hidupnya sendiri kepada kami. Dia menceritakan dari mulai dia SMP yang pernah tidak lulus ujian nasional (UN) karena hanya dengan nilai bahasa indonesianya jelek padahal nilai pelajaran lainnya hampir mendapatkan nilai sempurna, kemudian dia masuk SMA yang aneh bercerita masa SMA nya yang melihat teman-teman bahkan gurunya juga aneh menurutnya. Karena dia mempunyai prestasi yang gemilang dan kegigihannya dia bisa menembus ITB dua kali dalam sebulan berjuang kuliah di tengah keprihatinan berusaha membiayai kuliahnya sendiri dengan mendirikan oulet makanan sampai menyipykan alat pemberi makan ikan secara otomastis sehingga dia sekarang bisa mempunyai perusahaan yang membawanya memperoleh di berbagai ajang internasional.

“Gila keren banget nih orang pokoknya saya harus mengikuti jejaknya, bisa tembus masuk ITB DUAAAAA kali itu LUAR BIASA kayanya itu kampus impian semua anak SMA Indonesia”

Mas gibran menjelaskan  tentang kata harus mempunyai “why” terlebih dahulu karena apapun ketika saya melakukan sesuatu harus punya alesan dulu. Kalau sudah mempunyai itu yang kuat maka “how” dan “what” pasti akan mengikutinya. Apapun hal yang baik yang bisa kita lalukan sebisa mungkin jangan pernah di tunda-tunda. Kutipan yang saya sangat ingat quates dari mas gibran sekaligus menjadikannya visi saya “Untuk menjadi luar biasa, kita jangan hanya berpuas diri melakukan hal yang biasa saja, saya harus melakukan hal-hal besar, hal-hal luar biasa”

              Cerita mas gibran ini sangat memotivasi dan membuat semngat saya menyala-nyala ingin seperti beliau yang dari keluarga biasa saja mampun mendunia. Saya akan terus kenang pengalaman ini dalam hidup saya dan saya simpan galam goresan buku harian saya.

Setelah banyak mengantongi cerita dalam diri saya. Kami menuju rumah makan bernama Nasi Bancakan Abah saya kurang tahu persis letaknya di sebelah mana, namun rumah makan ini sangat unik makanan yang di suguhkan seperti masakan mama di rumah bersuasana perdesaan di tengah-tengah kota bandung. Untuk makan di sana kami perlu kesabaran untuk mengantri makanannya dengan perasmanan kami sesuka hati mengambil lauk yang kami suka, aku ngambil banyak lauk nih dah laper banget. Sembari memakan saya mendengarkan lagu-lagu khas sunda yaang di sediakan di rumah makan itu. Perut sudah terisi kami langsung menuju daerah lembang menuju kunjungan ke dua yaitu farmhouse . mengunjungi farmhouse ini menjadi lokasi impian yang tercatat dalam buku harian saya. Perjalanan ke lembang cukup macet tapi syukurlah kami sampai di sana tidak terlalu sore.

Langsung saja kami menikmati keindahan farmhouse di sana kita seperti berada di eropa, mulai dari bangunan belanda, gembok cinta seperti di paris, sumur harapan, dan rumah hobbit yang berada scotlandia. Tak ada habis nya kami mengambil momen di sana. Setiap lokasi saya abadikan yang paling penting menjadi ciri khas saya harus berfoto di depan rumah hobbit untuk di posting di instagram saya hahaha...

“Yeyeye kita sampai eropa kawan” dengan wajah lelah tapi sirna begitu saja

“ih wiyah alay deh” jawab indah

“biarin ya wi, bandung rasa eropa ini” fatiyah menyambung

“udah-udah yuk pada selfi sini-sini” rieke mengajak selfie

“geser-geser” lutfi tiba-tiba nonggol di foto

“awas aku gak keliatan itu mukanya” ivon geram wajahnya tak tampak dicamera

“Pak rosyid ikuttttttan fotooonyaaa”

Kami juga membeli satu gembok cinta yang membelinya dengan iuran bersama temna-teman di berinama fajar muda, agar ada kenangan kita pernah ke sana.

Matahari mulai tenggelam dibarat hari pun mulai gelap kami bergegas mengunjungi cihampelas walk salah satu mall bandung yang outdoor, kami di sana makan malam di salah satu resrtaurant bernama the kiosk makanan kaki lima yang berkonsep modern, saya memilih nasi goreng pas banget bukan di santap malam hari dan saya salah memesan minuman rasanya aneh seperti kita minum pasta giigi hahaha.

“ini saya pesen minuman kok rasanya kaya pasta gini”

“coba kak aku minta” lutfi penasaran

“Ih iya sih bener, aneh kak rasanya tapi enak kok, sini buat daro aja gak suka mah”

“ya ini silahkan” aku menggesar minuman aneh itu ke daro

 

 

Di akhir makan malam kami, Bu Dea menjelaskan dan mengalih semua lokasi yang telah kami kunjungi seharian, penjelasan itu sangat lah bermanfaat untuk saya jadi saya bisa memaknai arti kunjungan saya kebandung dan membawa pengetahuan banyak dari graduation trip. Kami pun bergegas pulang ke cirebon karena besok kami akan bersekolah kembali. Saya di antar pulang ke rumah oleh pak rosyid di sepanjang perjalanan saya mengobrol tentang banyak hal mulai dari sastra, budaya dan seputar media massa di tenga malam cirebon, hehehe

                   Hari itu adalah hari yang tak akan pernah aku lewatkan apalagi lupakan begitu saya, membelajaran dan arahan-arahan sangat mudah sekali saya terima dan saya paham betul.

Fajar muda dan fajar cirebon telah menjawab semua impian saya. Pengalaman ini sangat berpengaruh dalam hidup saya. Memotivasi saya akan selalu menjadi pengalaman berharga bagi saya dari orang-orang hebat yang ada di fajar cirebon.


Memuat Komentar...