Obi Nanda

Terdaftar sejak 4 Desember 2015

Antara Aku, Pramuka dan Perdamaian

 Senin, 14 Desember 2015 11:51  dibaca 544

Scout Jouney For Peace

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam Pramuka!!!

            Pernahkan kita berpikir untuk melakukan kegiatan pramuka yang lain dari biasanya? Seperti advanture hiking dan lainnya. Mengkampanyekan perdamaian kepada orang banyak? Saya berpikir demikian, dan saya wujudkan dalam kegiatan Scout Journey for Peace. Dimana dalam kegiatan Scout Journey for Peace ini seorang pramuka akan melakukan Community Service dan mengkampanyekan perdamaian kepada penumpang kereta api juga kepada masyarakat dan pengunjung ditempat tujuan.

            Saya ikut serta dalam kegiatan Scout Journey for Peace yaitu di angkatan ke-9. Untuk SJFP Stage-9 kami mengambil tujuan yaitu ke daerah Banten tepatnya di Banten Lama, dengan rute yaitu Stasiun Cirebon Prujakan transit di Stasiun Pasar Senen lalu ke Stasiun Serang dengan lama perjalanan ± 6 Jam dengan rincian 4 Jam dari St. Cirebon Prujakan sampai St. Pasar Senen, 2 Jam dari St. Pasar Senen sampai St. Serang.

Ok, focus on the story. Peserta untuk SJFP Stage-9 ini ada 3 orang ditambah 1 orang sebagai leader project, yaitu :

  1. Agung Mustofa (STIKOM)
  2. Muhammad Rizal (SMKN 3 KUNINGAN)
  3. Obi Nanda (SMKN 4 KUNINGAN)
  4. Kang Zeze Guru/Jaenal Mutaqin S.Pd MG (Leader Project)

Pertama kami berkumpul di check point 1 yaitu di St. Cirebon Prujakan sekitar pukul 14.00 W.I.B. Kereta yang akan kami naiki adalah kereta Tegal Expres dan berangkat pukul 16.00 W.I.B. Untuk menunggu kereta, kami pergi ke Kantor PT. KAI di kejaksaan. Disana kami disambut oleh Staff Humas dan akhirnya kami dikalungkan ID Card untuk selama diperjalanan. Setelahnya kami selesai dikantor, kami langsung kembali ke St. Cirebon Prujakan dan sampai pukul 15.30 W.I.B. sembari menunggu kereta datang, kami membuat origami angsa dan mengajarkan cara membuatnya kepada seorang anak kecil. Terlihat kesenangan yang terpancar dari wajah si anak tersebut, ya walaupun masih sedikit malu-malu terhadap kami. Akhirnya kereta kami datang dan kami langsung menaiki kereta tersebut, lalu kami mencari tempat duduk dan setelahnya ditemukan kami langsung duduk dan bersiap-siap untuk melakukan service dan kampanye perdamaian kepada para penumpang. Kami berpencar kesetiap gerbong kereta dan akhirnya saya mengajak berbincang dengan seorang ibu yang membawa 2 anaknya. Saya memulai pembicaraan dengan perkenalan dan obrolan-obrolan yang biasa, setelahnya dirasa cukup nyaman saya mulai mengganti topik obrolan dengan tentang perdamaian seperti, apa arti perdamaian? Bagaimana cara membuat sebuah perdamaian? Dan lain sebagainya. Dari banyaknya jawaban si ibu, saya menangkap sebuah kalimat yaitu “damai itu harus muncul dan bertumbuh dari dalam diri kita sendiri” kata si ibu. Banyak sekali obrolan-obrolan yang kami bahas sampai tidak terasa saya menghabiskan waktu ± 50 menit untuk mengobrol dengan si ibu. Pada akhirnya saya mengajak si ibu berfoto dengan membawa kertas bertuliskan “Saya Pramuka, Kamu” berhubung si ibu dulunya adalah seorang anggota gerakan pramuka dan anaknya juga ingin menjadi seorang pramuka yang hebat. Tidak lupa saya memberi koran dari Fajar Cirebon dan Jadwal Pemberangkatan Kereta Api sebagai Gift of Peace.

Setelah berbincang dengan ibu tadi, saya kembali mencari penumpang yang akan diajak untuk berbincang-bincang, dan akhirnya saya bertemu dengan mbak Dewi, kenalnya. Mbak Dewi adalah seorang penumpang yang berasal dari cirebon dengan jurusan St. Pasar Senen. Saya berbincang dengan mbak dewi dengan cara yang sama seperti perbincangan saya sebelum-sebelumnya.

Kalimat yang saya tangkap dari mbak dewi adalah “damai itu harus jujur, supaya tidak ada kesalah pahaman”. Saya teruskan perbincangan dengan mbak dewi sampai pukul 19.00 W.I.B. sayapun memberi Koran Fajar Cirebon dan Jadwal Pemberangkatan Kereta Api sebagai Gift of Peace. Tidak terasa sebentar lagi kami sampai di transit kami. Sambil menunggu, kami membuat origami angsa lalu membagikan kepada anak-anak yang kami temui dan membagikan browsur tentang kereta api kepada para penumpang. Sampai akhirnya kami tiba di St. Pasar Senen sekitar pukul 20.00 W.I.B. lalu kami tetap membagikan origami angsa kepada anak-anak di sekitar stasiun. Kami langsung mencari tempat makan disekitar stasiun, setelah makan kami langsung pergi ke musolah dan sholat. Sambil menunggu Kereta kami yang akan membawa kami ke St. Serang kami ditemani oleh seorang pecinta kereta api, dia juga seorang pramuka, dia adalah kak amman begitulah kami memanggilnya. Kami berbincang-bincang dengan kak amman tentang pengalaman-pengalaman kami dan sebaliknya. Pukul 22.00 W.I.B. kami masuk ke tempat pemberangkatan, tetapi sampai pukul 23.30 W.I.B. belum ada juga keretanya, “lama banget ini keretanya, sudah 1½ Jam kita nunggu” kata saya. Akhirnya pukul 23.40 W.I.B. kereta kami datang dan kami langsung bertolak ke St. Serang, kamipun memberi koran Fajar Cirebon, sertifikat dan majalah KAI kepada kak amman, dan kamipun berangkat. Didalam kereta kami hanya istirahat.

            Tidak terasa kami sudah sampai di St. Serang sekitar pukul 02.30 W.I.B. kami menunggu jemputan dari kak dikry. Setelah menunggu bebrapa menit akhirnya kak dikry datang dan membawa kami ke Kwartir Daerah Banten. Sesampainya di Kwarda Banten kami langsung beristirahat. Kami bangun pukul 05.30 W.I.B. lalu kami sholat dilanjut mandi dan sarapan. Setelah itu, kami langsung pergi ke daerah banten lama tepatnya ke masjid banten lama. Sesampainya disana kami langsung masuk ke museum purbakala, tapi sayang kami hanya masuk dihalamannya saja karena tutup libur nasional. Kami hanya berfoto sebentar, lalu kami langsung masuk ke masjid banten lama. Saking semangatnya kami mengambil jalan yang salah, yaitu jalan masuk yang harus melewati kios-kios pedagang yang terbentuk seperti labirin. Setelah bebrapa menit, akhirnya kami dapat masuk ke masjid banten lama, kami sangat senang dan bahagia dapat menginjakan kaki di masjid yang penuh dengan sejarah ini. Kami langsung berfoto dan kami memunguti sampah yang ada di sekitar masjid ini. Setelah itu kami menemui pengurus masjid dan berbincang tetang keterkaitan cirebon dengan banten. Mereka sempat terkejut ketika mengetahui kami dari cirebon. Setelah berbincang kami langsung sholat dhuha dan meminum air yang katanya keramat, tak lupa kami berjiarah ke makam Sulthan Maulana Hasanuddin. Setelah itu kami dihampiri oleh adik-adik pramuka dari SMPN 3 Cikupa. Mereka sangat antusias kepada kami, sampai-sampai mereka mengikuti kami untuk pergi ke St. Serang. Ya, kami hanya sebentar berada di banten. Pukul 10.00 W.I.B. kami sudah harus bertolak ke St. Pasar Senen. Sebelum kami menaiki kereta, kami memberikan piagam, koran Fajar Cirebon, ring, jadwal pemberangkatan Kereta Api kepada mereka. Sambil menunggu kereta berhenti sempurna, kami membagikan Koran Fajar Cirebon kepada orang yang ada di sekitar stasiun. Akhirnya kami berangkat menuju transit kamu semula (St. Pasar Senen). Sekitar pukul 13.30 W.I.B. kami sampai di transit kami, dan kami kembali ditemani oleh kak amman lalu kami mencari makan. Setelah selesa makan dan sambil menunggu kereta, kami beristirahat di musolah stasiun. Hingga akhirnya pukul 16.30 W.I.B. kami harus bertolak pulang menuju St. Cirebon Prujakan dengan mengunakan kereta Tegal Arum. Kamipun berangkat dan kami beristirahat di kereta sembari sekali-kali membagikan browsur dan origami. Tepat pukul 20.00 W.I.B. kami sampai di St. Cirebon Prujakan dengan disambut hujan yang berintensitas sedang. Dan berakhirlah perjalanan damai kami. Sebuah perjalanan yang sangat-sangat berharga, sebuah perjalanan sekali seumur hidup yang amazing, fantastic, aweswome dan terbaik.

Perjalan ini disponsori oleh Fajar Cirebon, terimakasih Fajar Cirebon terimakasih PT. KAI (persero), Kang Zeze Guru, Kwartir Daerah Jawa Barat, Kwartir Daerah Banten.

“I Like To Be A Scout Messengers of Peace”

image

Scout Journey for Peace Stage-9 Banten


Memuat Komentar...